CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Tampilkan postingan dengan label Animalia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Animalia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juni 2011

The Dark Shadow

  This is a short story about a girl named Jen who discovers the mystery of the dark shadow.....

   
         One night, Jen was sitting on a couch in her living room. She is reading a book about a kangaroo who was animal-napped and was brought to Los Angeles. It was a funny story. Then suddenly Jen's sister, Clara, shouts from the kitchen. "Jen!!" Clara shouts. Jen was shocked and said, "What, Clara??!!" Then, Jen closed her book and went to the kitchen. When Clara saw her sister, she ran to Jen and hugged her. 
"Jen, I saw a black shadow! It must be a GHOST!" Clara said. 
"No way! There is no ghost, so don't be like that." Jen said clearly. 
"So, if you say there's a ghost, show me! I'll beat him up with my tae kwon do kicks!" Jen said, loudly. 
   Then, Jen and Clara heard a screeching sound. 
"Hear that?!" Clara shouts, "It's a ghost!"
"Well, that screeching sound seems to be a ghost. But, I haven't see him! So, there's still no ghost!" Jen declared.
  Then, Clara and Jen saw a black, dark shadow from behind the refrigerator.
"Look at that shadow! It's a ghost!!" exclaimed Clara.
  Jen wasn't sure that it's a ghost, so she ran closer to the shadow. Then, the screeching sound begins again. Jen became more curious so she came closer to the shadow. But then...
  A RAT CAME OUT FROM THE BACK OF THE REFRIGERATOR!!
Jen was shocked, but then she said to Clara with an angry face, "See! It's a rat! It's no ghost!"
Clara was shy, and then went back to her room. Jen  was relieved, and continues to read the book.
 

Jumat, 11 Februari 2011

Origami Butterfly Instruction


Let's make this cute butterfly! Simple and nice, that's it!

Here's how you do it: 
1. Start with your paper white side up.
Fold in half, open, then fold in half the other way.
2. Now Fold the Paper in half diagonally, both ways. 3. Fold all four corners into the centre and crease well.

4. Turn Over and Fold all four corners into the centre again.
5. Open out the model so far.
Your creases should look like this. It looks complicated, but dont worry!

6. Fold the outside edges into the centre line. 7. Holding each inside edge from the point at the centre, bring these edges out to the points shown. Then, fold the top edge downwards and flatten.


8. Rotate the model, and repeat step 7.


9. Fold the top half backwards and flatten. 10. Fold down the front outside corners. 11. Fold these outside corners inward as shown.


12. Fold the butterfly in half. 13. Now fold the top layer backwards, at the angle shown. 14. And now fold the back wing backwards also at the same angle


15. Open out. Your butterfly is complete!





Source: http://www.origami-fun.com/origami-butterfly.html 

Selasa, 08 Februari 2011

Field Trip ke Kebun Binatang Mangkang

Field Trip kelas 4 semester 1 itu diadakan hari Sabtu tanggal 21 Agustus 2010. Kami peri ke Kebun Binatang Mangkang Semarang. Saya melihat banyak sekali binatang. 

Walaupun saya pernah melihat semua binatang itu sebelumnya, tetapi saya belum menegtahui karakteristik dari hewan-hewan itu. 

Contohnya adalah Siamang. Saya belajar bahwa Siamang memiliki "bola" di lehernya, jadi mereka bisa mempunyai suara yang keras dan nyaring. Mereka juga memakan buah.

Contoh lain adalah rusa. Di situ terdapat dua jenis rusa. Jenis pertama adalah rusa tutul. Mereka memakan rumput dan kadang-kadang diberi pepaya. Mereka mempunyai tutul di tubuhnya. Saya juga melihat seekor bayi rusa tutul yang sangat lucu id kandangnya. 

Spesies yang lain adalah rusa Jawa. Mereka juga memakan rumput. Rusa Jawa memiliki warna coklat yang polos. Kami juga memiliki kesempatan untuk memberi makan rusa Jawa.

Itu belum semua yang saya pelajari selama field trip itu. Saya juga belajar sesuatu dari pengalaman teman saya saat field trip.

Dia adalah Matthew, teman sekelas saya. Sejak kelas satu, dia selalu diganggu oleh binatang-binatang. Begini ceritanya: Saat kelas kami berjalan-jalan di kebun binatang itu, kami bertemu dengan seekor orang utan. Orang utan itu terlihat kasihan. Maka, Matthew ingin menyalaminya. Tetapi, Matthew membawa selembar kertas observasi binatang yang harus dikumpulkan besok. Jadi, orang utan itu mengambil dan menyobek kertas itu. Matthew mencoba mengambil kertas itu, tetapi dia langsung dicakar oleh orang utan itu. Orang utan itu baru mengembalikan kertas itu saat keadaan kertas itu sudah compang-camping. Dari pengalaman teman saya ini, saya belajar bahwa kita harus berhati-hati dengan benda yang berbahaya dan tidak dikenal.


Dari pengalaman field trip sekolah saya ke kebun binatang Mangkang, saya belajar tentang hewan, pertemanan, karakter, dan pengetahuan.


Sampai Jumpa!^_^

Pesta Ulang Tahun yang Kacau

Quic si Penguin
Quic adalah penguin yang tinggal di Artik. Dia sangat gembira hari itu. Karena hari itu dia berulang tahun yang ke-10. Rencananya, dia akan mengadakan pesta permainan di halaman belakang rumahnya. Maka, ia mengundang teman-teman, sahabatnya, dan saudara-saudaranya ke pesta itu.

Permainan mereka sangatlah seru. Sahabatnya; Pica, Quipy, Snoopy, Chiquita, dan Louvis, saudaranya; Quinn, dan dia sendiri bermain perang bola salju. Saudara-saudara Quic dan teman-teman yang lainnya bermain kejar-kejaran. Shinees dan saudar-saudaranya Quic bermain ice skating. Mio, Oztic, dan teman-teman yang lain membuat boneka salju. 

Shinees dan yang lain bermain ice skating


Mereka sangatlah bersenang senang. Saat waktunya makan siang, mereka makan dengan lahap. Tentu saja, karena menunya adalah ikan salmon ditambah salad yang masih segar. 

Semuanya senang. Tetapi tidak untuk Vilem. Dia adalah tetangga Quic. Dia jarang bermain di luar. Dia tidak suka bergaul dengan yang lain.

Selesai makan siang, Vilem tidak bermain dengan Quic maupun teman-temannya. Dia hanya duduk-duduk di balok es sambil memandang ke teman-temannya. 

"Ah.... Aku ingin bermain bersama mereka. Tetapi, apa mereka ingin bermain dengan aku?" katanya pelan. Tidak ada yang mendengarkan ucapannya. 

Saat pesta hampir selesai, Quic akan memukul pinata dan akan membagikan hadiahnya ke teman-temannya. Maka, ibu Quic menghitung berapa anak yang sudah datang untuk mengambil hadiahnya. 

Setelah dihitung, ternyata kurang satu. Yaitu Vilem. "VILEM!!" seru anak-anak. Mereka memanggil Vilem. Tetapi tidak ada jawaban. Ternyata, Vilem tertidur karena terlalu lelah menunggu pestanya selesai. Pantas saja, ia tidak menjawab saat dipanggil. 

Teman-teman cemas. Mereka takut kalau Vilem dimakan oleh walrus dan yang lain-lain. Mereka memutuskan untuk mencarinya. Mereka mencari di satu sudut, ke sudut yang lain. "Ah, tidak ada!" seru Quipy. "Di sini juga tidak ada!" seru yang lain. Mereka berkumpul kembali. Lalu menceritakannya kepada ibu Quic. "Oh ya ampun.... Dimana Vilem berada?" kata ibu Quic di dalam hati. Lalu, dia meminta mereka semua untuk sekali lagi. Sedangkan ibu Quic menelpon polisi penguin pak Knox Pollux.

Anak-anak mencarinya kemana-mana. Dari sungai, dibawah bongkahan batu, di gua-gua, dan di lubang pemancingan ikan. Tetapi, Vilem belum juga ditemukan. Mereka mencari Vilem sekali lagi. Lalu, terdengar suara dengkuran dari belakang balok es.  Oh, ternyata Vilem ada di belakang balok es itu! 

Mereka membangunkan Vilem dan semuanya kembali normal. Bahkan, Vilem sudah mulai bermain dengan teman-temannya. 

***TAMAT***

Siput Bercahaya

Wah, cahaya apakah itu? Bersinar terang! Ternyata, bukan cahaya dari lampu tapi dari spesies siput yang bernama Hinea brasiliana .

Cahaya yang keluar dari siput adalah salah satu cara unik untuk menghindari mangsa. Hewan laut ini bisa mengeluarkan cahaya dari cangkangnya.

Sinar yang bisa dipancarkan secara tiba-tiba itu mungkin untuk mengejutkan predator yang akan menyerangnya sehingga siput punya waktu untuk berlindung ke dalam cangkang.
Indah sekali cahaya yang keluar dari cangkang siput ini. Foto: Nerida Wilson, Dimitri Heyn

Nah, hasil temuan ini telah diteliti oleh dua orang ilmuwan dari Scripps Institution of Oceanography di UC San Diego, Dimitri Deheyn dan Nerida Wilson.

Lewat hasil risetnya, peneliti menemukan bahwa cara siput membuang cahaya warna hijau dengan cara yang unik saat menghadapi pemangsa seperti gerakan kepiting dan udang yang berenang.

Cahaya itu disebarkan secara unik lewat sel cangkang siput. Dengan begitu, tubuh siput terlihat lebih besar dan mengejutkan si pemangsa.

Wilson, sang peneliti mengatakan, "Sangat jarang siput dasar laut bisa mengeluarkan cahaya. Lebih mengejutkan lagi ketika tahu siput ini bisa menggunakan cangkang untuk mengoptimalkan cahayanya yang dibuatnya."

Ia juga menemukan bahwa warna cangkang yang kekuningan tidak mematikan warna cahaya yang diproduksi siput, yakni hijau. Justru, cangkang berperan dalam menyebarkan cahaya warna hijau tersebut.
Deheyn mengatakan, adaptasi siput dalam menggunakan cangkang ini sangat menarik bagi penelitian optik dan bioengineering.  

Wah, kalau begitu para peneliti bisa mengembangkan cahaya siput ini untuk membuat temuan lain yang berhubungan dengan optik.

sumber: kidnesia.com

Pulau Komodo Tetap Jadi Finalis

Setelah sempat diberitakan kalau Pulau Komodo terancam dikeluarkan dari finalis tujuh keajaiban dunia, kini daerah wisata yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat itu kembali menjadi finalis New7Wonders .

Panitia dari New7Wonders akhirnya mengumumkan jika Komodo tetap dijadikan finalis New7Wonders, Senin (7/2/2011). Seperti yang ditulis dalam Kompas.com , hasil vote  Komodo sebagai finalis Keajaiban Dunia Kategori Alam akan dilanjutkan.
Ayo, dukung terus Pulau Komodo sebagai keajaiban dunia! Foto: Ricky Martin

Wow, senang sekali mendengar kabar ini!

Meski Komodo tetap sebagai finalis, tapi New7Wonders justru membatalkan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) Indonesia sebagai sponsor dari Pulau Komodo dalam kampanye New7Wonders.

Itu berarti, yang akan berkampannye tentang Pulau Komodo bukan dari Kemenbudpar tapi dari panitia New7Wonders.

Menurut Pak Bernard Werber sebagai President and Founder of New7Wonders, voting  Komodo tetap dilakukan namun karena belum terjadi kesepakatan dengan Kemenbudpar akhirnya kampanya pun dilakukan oleh panitia New7Wonders.

Panitia New7wonders berhak untuk menarik dan merubah status dari semua peserta yang ikut dalam pemilihan tujuh keajaiban dunia.
 
Nah, teman-teman jangan lupa, yah, untuk tetap terus mendukung Pulau Komodo sebagai salah satu kejaiban dunia! Ayo, berikan suara kamu ke website :www.new7wonders.com

Sumber: kidnesia.com

Pulau Komodo Dicoret dari Keajaiban Dunia?

Pulau Komodo yang telah masuk dalam nominasi New7Wonders , akhirnya harus dicoret. Wuaah, itu berarti, Pulau Komodo tidak bisa lagi ikut dalam voting selanjutnya.

Padahal, pulau yang ada di Lombok  sudah mencapai peringkat 28 besar. Pernyataan itu dikeluarkan oleh panitia New7Wonders pada website mereka www.new7wonders.com.   

Mereka menyatakan status Pulau Komodo  sebagai finalis akan dikeluarkan mulai 7 Februari 2011. Alasannya, karena  Panitia New7Wonders belum mencapai kesepakatan dengan pemerintah Indonesia.
Yah, Pulau Komodo tidak lagi menjadi nominasi salah satu keajaiban dunia!

Bahkan menurut situs Kompas.com , pemerintah Indonesia tidak menepati salah satu perjanjian kerjasama.

Sebelum dicoret dari nominasi, President of the New7Wonders Foundation, Bernard Weber berencana untuk mengadakan acara penghargaan tujuh keajaiban dunia di Jakarta, 11 November 2011.

Nah, setelah berunding dengan pemerintah Indonesia, ternyata untuk menjadi tuan rumah penyelenggaran deklarasi tujuh kejaiban dunia.

Indonesia harus menyediakan biaya yang tidak sedikit, sebesar 400 miliar. Ckckck!
Tentu saja, Indonesia keberatan dengan hal ini. Karena tidak bersedia membayar, akhirnya, Pulau Komodo dicoret dari nominasi.
 
Dan hasil vote  yang sudah terkumpul untuk pulau ini akhirnya tidak akan dihitung. 

Sumber: kidnesia.com

Minggu, 06 Februari 2011

Koala

 Hi freinds! Apa kalian tahu tentang koala? Yuk, baca artikel ini untuk mncari tahu apa itu koala!
Koala memakan daun ekaliptus
Koala (Phasclarctas Cinereus) adalah salah satu hewan Australia yang paling dikenal, bersama dengan kangguru.
Pada umumnya orang menyukai makhluk yang suka digendong ini.
 Koala sering disebut sebagai beruang Koala. Tetapi mereka bukan beruang, lho.
Nama Koala berasal dari kata Aborigin yang berarti "tidak minum". Yap,  Koala sudah mendapatkan cukup cairan melalui eukaliptus (daun-daun yang mereka makan).
Fakta-fakta mengenai Koala:
* Koala jantan yang lebih besar daripada perempuan.
* Ada dua spesies koala, yaitu; Koala Selatan dan Koala Utara.
* Koala Selatan lebih besar dari koala Utara.
* Bulu mereka berwarna abu-abu lembut, dengan dada putih. Hidungnya datar dan telinganya besar, kemudian kakinya memiliki cakar untuk memanjat.
 * Mereka adalah hewan yang sangat tenang, dan tidak banyak bergerak, mereka hanya aktif selama sekitar 2 jam per hari
 * Koala bisa mengeluarkan suara menggeram sangat keras dan agresif.
* Di Australia koala tidak boleh dijadikan hewan peliharaan
Oh iya, apa kamu ingin melihat-lihat hewan yang lucu ini? Ayo klik di sini .

Fakta Tentang Kelinci

Hi friends! Kamu tahu fakta unik tentang kelinci? Yuk baca artikel di bawah ini untuk mengetahui jawabannya! 

Fakta #1:Kelinci itu nggak sejenis dengan tikus!
Hewan lucu kaya gini dibilang tikus??
 Fakta #2: Kelinci nggak perlu mutar kepalanya untuk mengetahui apa yang ada di belakang nya, lho! 

Fakta #3: 
Rekor yang dipegang kelinci:
1. Lompatan kelinci yang tertinngi adalah 1 meter.
2. Lompatan kelinci yang terjauh adalah 3 meter. 
3. Kelinci terbesar adalah Amy, kelinci yang berumur 3 tahun dengan berat 3,5 stones (22,225 kg) dan memiliki ukuran 4 kaki (sekitar 1,219 m), dihitung dari ujung hidungnya hingga ujung ekor bulatnya yang super besar.  
Amy, kelinci terbesar di dunia

Fakta #4:Presiden Abraham Lincoln membolehkan anaknya memelihara kelinci di Gedung Putih.

Fakta #5: Kelinci memiliki ]ingatan yang paling kuat daripada hewan lain. 

Fakta #6: Kelinci tidak bisa muntah.

Fakta #7: Kelinci bisa mengunyah makanan 120 kali permenit


Fakta #8: Kelinci dapat melahirkan 20-40 bayi per tahun!


Fakta #9: Bayi kelinci lahir tanpa bulu dan baru bisa melihat pada hari ke-10
Bayi Kelinci



Fakta #10: Kelinci harus terus bergerak minimal 4 jam per hari, karena bila tidak, kelinci bisa terkena oesteoporosis (tulang keropos). 

Sumber: 
1. http://www.faktaunik.co.cc/2010/12/fakta-unik-mengenai-kelinci.html 
2. http://adasensasi.blogspot.com/2010/04/kelinci-pemegang-rekor-terbesar-di.html




              
 

Mencari Si Kucing

Hi friends! Ayo, baca cerita karya ku. Bagus apa tidak? Tolong diberi tanggapanmu tentang cerita ini ya!
  
Suatu hari, kelas 4A melakukan olah raga senam di lapangan sekolah SD Citra Wangi. Ms. Rita, guru olah raga mereka, memperagakan gerakan senam itu.     

"Satu, dua, tiga, empat...." kata Ms. Rita sambil menunjukan gerakan senam. Murid murid sangat antusias dengan senam itu. Saking antusias dan senangnya, pelajaran olah raga sepertinya menjadi lebih cepat.  

Akhirnya, senam selesai. Ms. Rita memberi waktu untuk bermain selama 15 menit dan memperingatkan murid murid kalau minggu depan akan ada penilaian senam. "Anak anak, ingat ya, minggu depan akan ada  penilaian senam. Jadi, berlatihlah dengan keras, oke? Dan Ms. Rita akan berikan kalian 15 menit untuk bermain-main" kata Ms. Rita menerangkan. Murid murid bersorak sorai. Lalu, mereka langsung bermain-main. 

Beberapa menit kemudian, terdengar suara kucing mengeong. "Meong, meong, meong..." "Hei, dengar tidak? Ada suara kucing mengeong!" seru Lina kepada teman-temannya. "Hah? Masa' iya?" tanya Abe. "Betul kata Lina! Tadi aku juga dengar, kok!" seru yang lainnya. "Meong, meong...." "Eh, denger! Suara itu lagi! Mungkin ada kucing yang terluka. Yuk, kita cari!" usul Vania. Mereka setuju, lalu langsung mencari kucing itu. 
Mereka mencari cari kucing itu. Dari satu sudut hingga sudut yang lain. Bahkan, mereka juga mencarinya di pot bunga, got, dan tempat sampah. Tetapi, tidak ada hasil yang memuaskan dari pencarian itu. Mereka langsung berkumpul di depan Ms. Rita. Mereka menceritakan hal itu kepada Ms. Rita.  Lalu, ia langsung tertawa terkekeh-kekeh. "Lho, miss, kenapa tertawa begitu? Padahal, tidak ada sesuatu yang lucu deh" tanya Ivan, salah satu murid di kelas yang sangat humoris; tetapi kali ini, Ivan tidak tertawa. "Hahahaha.... Apa kalian tahu, suara mengeong itu, suara SMS dari hand phonenya Miss Rita!" jawab Ms. Rita. "Hah?!" seru Tania. "Jadi, mengapa harus, kita mencari kucing itu? Membuang-buang waktu saja!" seru Dion. "Eh, yang penting, kita sudah bekerja sama, iya kan?" jawab Vania dan Lina hampir serempak. "Yap, betul!" seru seluruh murid. 

*** TAMAT ***                   

Sabtu, 05 Februari 2011

Cerita Anak Singa

Singa dan kambing
Alkisah, di sebuah hutan belantara ada seekor induk singa yang mati setelah melahirkan anaknya. Bayi singa yang lemah itu hidup tanpa perlindungan induknya. Beberapa waktu kemudian serombongan kambing datang melintasi tempat itu. Bayi singa itu menggerakgerakkan tubuhnya yang lemah. Seekor induk kambing tergerak hatinya. Ia merasa iba melihat anak singa yang lemah dan hidup sebatang kara. Dan terbitlah nalurinya untuk merawat dan melindungi bayi singa itu.Sang induk kambing lalu menghampiri bayi singa itu dan membelai dengan penuh kehangatan dan kasih sayang. Merasakan hangatnya kasih sayang seperti itu, sibayi singa tidak mau berpisah dengan sang induk kambing. Ia terus mengikuti ke mana saja induk kambing pergi. Jadilah ia bagian dari keluarga besar rombongan kambing itu. Hari berganti hari, dan anak singa tumbuh dan besar dalam asuhan induk kambing dan hidup dalam komunitas kambing. Ia menyusu, makan, minum, bermain bersama anak-anak kambing lainnya.
Tingkah lakunya juga layaknya kambing. Bahkan anak singa yang mulai berani dan besar itu pun mengeluarkan suara layaknya kambing yaitu mengembik bukan mengaum! la merasa dirinya adalah kambing, tidak berbeda dengan kambing-kambing lainnya. Ia sama sekali tidak pernah merasa bahwa dirinya adalah seekor singa.
Suatu hari, terjadi kegaduhan luar biasa. Seekor serigala buas masuk memburu kambing untuk dimangsa. Kambing-kambing berlarian panik. Semua ketakutan. Induk kambing yang juga ketakutan meminta anak singa itu untuk menghadapi serigala.
“Kamu singa, cepat hadapi serigala itu! Cukup keluarkan aumanmu yang keras dan serigala itu pasti lari ketakutan!” Kata induk kambing pada anak singa yang sudah tampak besar dan kekar. tapi anak singa yang sejak kecil hidup di tengah-tengah komunitas kambing itu justru ikut ketakutan dan malah berlindung di balik tubuh induk kambing. Ia berteriak sekeras-kerasnya dan yang keluar dari mulutnya adalah suara embikan. Sama seperti kambing yang lain bukan auman. Anak singa itu tidak bisa berbuat apa-apa ketika salah satu anak kambing yang tak lain adalah saudara sesusuannya diterkam dan dibawa lari serigala.
Induk kambing sedih karena salah satu anaknya tewas dimakan serigala. Ia menatap anak singa dengan perasaan nanar dan marah, “Seharusnya kamu bisa membela kami! Seharusnya kamu bisa menyelamatkan saudaramu! Seharusnya bisa mengusir serigala yang  jahat itu!”
Anak singa itu hanya bisa menunduk. Ia tidak paham dengan maksud perkataan induk kambing. Ia sendiri merasa takut pada serigala sebagaimana kambing-kambing lain. Anak singa itu merasa sangat sedih karena ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Hari berikutnya serigala ganas itu datang lagi. Kembali memburu kambing-kambing untuk disantap. Kali ini induk kambing tertangkap dan telah dicengkeram oleh serigala. Semua kambing tidak ada yang berani menolong. Anak singa itu tidak kuasa melihat induk kambing yang telah ia anggap sebagai ibunya dicengkeram serigala. Dengan nekat ia lari dan menyeruduk serigala itu. Serigala kaget bukan kepalang melihat ada seekor singa di hadapannya. Ia melepaskan cengkeramannya. Serigala itu gemetar ketakutan! Nyalinya habis! Ia pasrah, ia merasa hari itu adalah akhir hidupnya!
Dengan kemarahan yang luar biasa anak singa itu berteriak keras, “Emmbiiik!”
Lalu ia mundur ke belakang. Mengambil ancang ancang untuk menyeruduk lagi.
Melihat tingkah anak singa itu, serigala yang ganas dan licik itu langsung tahu bahwa yang ada di hadapannya adalah singa yang bermental kambing. Tak ada bedanya dengan kambing. Seketika itu juga ketakutannya hilang. Ia menggeram marah dan siap memangsa kambing bertubuh singa itu! Atau singa bermental kambing itu!
Saat anak singa itu menerjang dengan menyerudukkan kepalanya layaknya kambing, sang serigala telah siap dengan kuda-kudanya yang kuat. Dengan sedikit berkelit, serigala itu merobek wajah anak singa itu dengan cakarnya. Anak singa itu terjerembab dan mengaduh, seperti kambing mengaduh. Sementara induk kambing menyaksikan peristiwa itu dengan rasa cemas yang luar biasa. Induk kambing itu heran, kenapa singa yang kekar itu kalah dengan serigala. Bukankah singa adalah raja hutan?
Tanpa memberi ampun sedikitpun serigala itu menyerang anak singa yang masih mengaduh itu. Serigala itu siap menghabisi nyawa anak singa itu. Di saat yang kritis itu, induk kambing yang tidak tega, dengan sekuat tenaga menerjang sang serigala. Sang serigala terpelanting. Anak singa bangun.
Dan pada saat itu, seekor singa dewasa muncul dengan auman yang dahsyat.
Semua kambing ketakutan dan merapat! Anak singa itu juga ikut takut dan ikut merapat. Sementara sang serigala langsung lari terbirit-birit. Saat singa dewasa hendak menerkam kawanan kambing itu, ia terkejut di tengah-tengah kawanan kambing itu ada seekor anak singa.
Beberapa ekor kambing lari, yang lain langsung lari. Anak singa itu langsung ikut lari. Singa itu masih tertegun. Ia heran kenapa anak singa itu ikut lari mengikuti kambing? Ia mengejar anak singa itu dan berkata, “Hai kamu jangan lari! Kamu anak singa, bukan kambing! Aku takkan memangsa anak singa!
Namun anak singa itu terus lari dan lari. Singa dewasa itu terus mengejar. Ia tidak jadi mengejar kawanan kambing, tapi malah mengejar anak singa. Akhirnya anak singa itu tertangkap. Anak singa itu ketakutan,
“Jangan bunuh aku, ammpuun!”
“Kau anak singa, bukan anak kambing. Aku tidak membunuh anak singa!”
Dengan meronta-ronta anak singa itu berkata, “Tidak aku anak kambing! Tolong lepaskan aku!”
Anak singa itu meronta dan berteriak keras. Suaranya bukan auman tapi suara embikan, persis seperti suara kambing.
Sang singa dewasa heran bukan main. Bagaimana mungkin ada anak singa bersuara kambing dan bermental kambing. Dengan geram ia menyeret anak singa itu ke danau. Ia harus menunjukkan siapa sebenarnya anak singa itu. Begitu sampai di danau yang jernih airnya, ia meminta anak singa itu melihat bayangan dirinya sendiri.
Lalu membandingkan dengan singa dewasa.
Begitu melihat bayangan dirinya, anak singa itu terkejut, “Oh, rupa dan bentukku sama dengan kamu. Sama dengan singa, si raja hutan!”
“Ya, karena kamu sebenarnya anak singa. Bukan anak kambing!” Tegas singa dewasa.
“Jadi aku bukan kambing? Aku adalah seekor singa!”
“Ya kamu adalah seekor singa, raja hutan yang berwibawa dan ditakuti oleh seluruh isi hutan! Ayo aku ajari bagaimana menjadi seekor raja hutan!” Kata sang singa dewasa.
Singa dewasa lalu mengangkat kepalanya dengan penuh wibawa dan mengaum dengan keras. Anak singa itu lalu menirukan, dan mengaum dengan keras. Ya mengaum, menggetarkan seantero hutan. Tak jauh dari situ serigala ganas itu lari semakin kencang, ia ketakutan mendengar auman anak singa itu.
Anak singa itu kembali berteriak penuh kemenangan, “Aku adalah seekor singa! Raja hutan yang gagah perkasa!”
Singa dewasa tersenyum bahagia mendengarnya.

Sumber: dongeng.org

Jumat, 04 Februari 2011

Cerita Kelinci dan Kura-Kura

Di sebuah hutan kecil di pinggiran desa, ada seekor Kelinci yang sombong. Dia suka mengejek hewan-hewan lain yang lebih lemah. Hewan-hewan lain seperti kura-kura, siput, semut, dan hewan-hewan kecil lain tidak ada yang suka pada kelinci sombong itu.

Suatu hari, si Kelinci berjalan dengan angkuhnya mencari lawan yang lemah untuk diejeknya. Kebetulan dia bertemu dengan kura-kura.

"Hei, kura-kura, si lambat, kamu jangan jalan aja dong.. lari begitu, biar cepat sampai," kata Kelinci sambir mencibirkan bibirnya ke Kura-kura.

"Biarlah Kelinci, memang jalanku lambat. Yang penting aku sampai dengan selamat ke tempat tujuanku, daripada cepat-cepat nanti jatuh dan terluka," jawab Kura-kura dengan tenang.

"Hei, kura-kura, bagaimana kalau kita adu lari. Kalau kau bisa menang aku akan beri hadiah apapun yang kau minta," kata Kelinci dengan tertawa. Dalam hatinya dia berkata, "Mana mungkin dia akan bisa mengalahkanku."

"Wah, kelinci, mana mungkin aku bertanding adu cepat denganmu, Kamu bisa lari dan loncat dengan cepat, sedangkan aku berjalan selangkah demi selangkah sambil membawa rumahku yang berat ini," kata kura-kura.
"Nggak bisa, kamu nggak boleh menolak tantanganku ini. Pokoknya besok pagi aku tunggu kau di bawah pohon beringin. Aku akan menghubungi Pak Serigala untuk jadi wasitnya," Kelinci memaksa.

Kura-kura hanya bisa diam melongo. Dalam hatinya berkata, "Mana mungkin aku bisa mengalahkan Kelinci?"
Keesokan harinya Si Kelinci sudah menunggu dengan sombongnya di bawah pohon beringin. Pak Serigala juga sudah datang untuk menjadi wasit. Setelah kura-kura datang, Pak Serigala berkata, "Peraturannya begini, kalian mulai dari garis di sebelah sana yang di bawah pohon mangga itu. Kalian bisa lihat nggak?" "Bisa... bisa... ," Kelinci dan kura-kura menjawab. "Nah siapa yang bisa datang duluan di bawah pohon beringin ini, itulah yang menang," kata Pak Serigala lagi.

"Oke,... satu.... dua... tiga... mulai!" Pak Serigala memberi aba-aba. Kelinci segera meloncat mendahului kura-kura, yang mulai melangkah pelan, karena dia tidak bisa meninggalkan rumahnya. "Ayo kura-kura, lari dong.....!" teriak Kelinci dari kejauhan. "Baiklah aku tunggu di sini ya...," katanya lagi sambil mengejek kura-kura. Kelinci duduk-duduk sambil bernyanyi. Angin waktu itu berhembus pelan dan sejuk, sehingga membuat Kelinci menjadi mengantuk, dan, tak lama kemudian Kelinci pun tertidur!

Dengan pelan tapi pasti kura-kura melangkah sekuat tenaga. dengan diam-diam dia melewati Kelinci yang tertidur pulas. Beberapa langkah lagi dia akan mencapai finish. Ketika itulah Kelinci bangun. Betapa terkejutnya dia ketika melihat kura-kura sudah hampir mencapai finish. Sekuat tenaga dia berlari dan meloncat untuk mengejar kura-kura. Namun sudah terlambat, kaki kura-kura telah menyentuh garis finish dan Pak Serigala telah memutuskan bahwa pemenangnya adalah KURA-KURA. Si Kelinci Sombong terdiam seolah tak percaya bahwa dia bisa tertidur.

"Nah, siapa yang menang Kelinci?" tanya kura-kura kepada kelinci. "Wah, ternyata kau menang kura-kura," jawab kelinci malu. "Sekarang aku hanya minta satu dari kamu, kamu jangan sombong lagi, jangan suka mengejek lagi, dan jangan nakal, ya?" kata kura-kura. "Iya lah kura-kura, mulai sekarang aku tidak akan sombong lagi, tidak akan mengejek lagi. Maafkan aku ya," kata kelinci. "Iya, nggak apa-apa, sekarang kita berteman ya?" kata kura-kura. Sejak saat itu Kelinci tidak sombong lagi.
(SELESAI)