CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Jumat, 04 Februari 2011

Belajar Pelangi

Hai friends! Aku punya cerita buatanku sendiri lho.... Selamat membaca!

  Suatu hari, Jenny dan Marissa bermain di pekarangan belakang. Saat itu, hujan baru saja reda. Saat mereka duduk-duduk di lantai, ada sesuatu yang Jenny dan Marissa tidak pernah lihat. Yap! Itu adalah….. Pelangi!! Mereka sangatlah takjub.
    
   “Kak, itu kan Pelangi? Wah, ternyata Pelangi sangatlah bagus ya?!” kata Marissa. “Yap! Itulah Pelangi. Kata gurunya kakak, Pelangi tidak bisa dibuat. Itu terbuat secara alami!”, kata Jenny, “Yuk, kita ke rumah professor Hussein! Dia kan jagonya sains….”. “Hey, tunggu dulu… Dimana tinggalnya pak Prof. Hussein?” tanya Marissa. “Ehhh….. Katanya mama, tinggalnya di dekat sini, sih. Tapi kakak tidak tahu pasti dimana tempatnya.” jawab Jenny. “Yuk, kita tanyakan mama dimana tinggalnya pak Prof. Hussein!” lanjut Jenny. Lalu, mereka berlari kedalam rumah mencari mama. “Mama, katanya kakak ada seorang professor yang namanya pak Hussein! Mama, dimana sih rumahnya?!” tanya Marissa seraya masuk ke dalam rumah. Mama sedikit kaget, tapi lalu berkata , “Ya ampun…. Sebenarnya ada apa sih?? Kok tanyanya harus sama pak Hussein?!” jawab mama. “Ahh…. Mama, kenapa sih nggak mau kasih tahu? Oke deh, Jenny kasih tahu sebenarnya ada apa,” kata Jenny, “Tadi, Jenny dan Marissa melihat sebuah Pelangi.  Pelangi itu sangatlah indah. Maka dari itu, Marissa ingin tahu lebih dalam. Jadi, aku ingin mengajak Marissa ke tempatnya pak Prof. Hussein. Bukannya kata mama beliau sangatlah pintar?!”.  “Oh… Rupanya begitu. Masa kalian tidak tahu dimana tempatnya?!” jawab mama. Mereka berdua menggeleng. “Kalian berdua tahu Rini, bukan? Itu lho, anak yang tinggal di seberang jalan….. Nah, di sampingnya itu rumah laboratorium nya pak Prof. Hussein. Ya sudah. Kalau begitu hati hati ya… Mama akan buatkan cake fudge coklat lezat untuk kalian nanti.” lanjut Mama. Lalu, mereka berdua dengan semangatnya berlari keluar pekarangan menuju rumah pak Hussein.
    
    Wah, rumanya bagus sekali ya?!  pikir mereka berdua. “Halo Jenny! Dan juga Marissa!!!!” sahut pak Hussein. Itu membuat Jenny dan Marissa kaget. “Oh, bapak yang namanya Hussein ya?” tanya Jenny. “Iya. Ada apa ya kalian ke sini? Tadi ibu kalian menelpon saya kalau kalian mau belajar tentang Pelangi ya?” jawab pak Hussein. Mereka berdua mengangguk. “Kalau begitu, mari kita ke masuk rumahnya saya! Saya akan jelaskan bagaimana dan apa itu Pelangi. Lalu mereka berdua masuk ke rumahnya pak Prof. Hussein. Rumah itu besar dan mewah sekali. “Pak, Pelangi itu mbuatnya bagaimana sih?” tanya Marissa seraya duduk di sofa yang empuk yang ada di ruang tamu. “Hahaha….. Begini, saya jelaskan ya.  Pelangi itu tidak bisa dibuat oleh manusia. Tapi itu terjadi secara alami…..” kata pak Prof. Hussein. Tetapi, kata katanya disela oleh Jenny, “Apa aku bilang, dik…. Pelangi itu terbuat secara alami…”.      
   
    “Pembuatanya terjadi setelah hujan turun lalu ada matahari. Terkadang sulit untuk melihatnya. Tapi hari ini kalian sangat beruntung, karena kalian bisa melihat Pelangi yang sangat indah.” lanjut pak Hussein. “Jadi pak, kita tidak bisa membuat Pelangi, bahkan yang palsu?!” tanya Marissa. “Tentu saja tidak. Nah, kalau kalian ingin melihat yang palsu, saya akan melakukan sebuah eksperimen. Sekarang, tolong bantu saya mengambilkan bahan-bahannya.”kata pak Hussein seraya mengambil langkah menuju ruang ruang tempat bahan bahan itu berada. Beliau mengambil sebuah baskom penuh berisi dengan air, lampu senter, dan juga selembar cermin kaca. Jenny membantu membawa baskom penuh dengan air. Marissa membawakan lampu senter. Pak Hussein sendiri membawa selembar cermin kaca karena kalau jatuh akan berbahaya. “Jadi apa yang akan dilakukan dengan semua benda benda ini?” tanya Jenny. “Oh, kamu akan lihat nanti”jawab pak Hussein.

   Dalam melakukan eksperimennya, pak Hussein memberi petunjuk bagi mereka berdua. Pertama yang dilakukan adalah menaruh baskom berisi air itu di meja yang telah disediakan. Lalu, cermin kaca itu di masukan ke dalam baskom setengah bagian. Ketiga, lampu senter yang sudah menyala di arahkan ke arah kaca.
“Apa yang kalian lihat di dalam air itu?!” tanya pak Hussein menunjuk ke dalam air di baskom. “Pelangi, ada pelangi. Eh, pelangi!” jawab Jenny. “Wah, ada pelangi di dalam air!” kata Marissa takjub. “Bagaimana ini bisa terjadi?” tanya Marissa dengan takjub. “Itulah hukum alam. Ada saja yang mengejutkan bagi orang.” jawab pak Hussein dengan santai.                                                                          

     “Terima kasih atas eksfosilmen yang menakjubkan ini ya, pak Hussein!” kata Marissa. “Maksudmu eksperimen?” tanggap Jenny karena kata-kata Marissa salah. Mereka bertiga langsung tertawa terbahak-bahak.                                                                                           
      Sambil berjalan pulang, mereka membayangkan cake fudge coklat lezat yang dijanjikan mama mereka. Saat sampai dirumah, ternyata mama membuatkan sebuah cake fudge coklat berhias krim berwarna pelangi. Lalu mereka menceritakan kejadian apa yang terjadi hari itu di rumah pak Prof. Hussein. Mereka memakan cake fudge coklat itu sampai habis, tapi mereka minta satu lagi dengan porsi yang lebih besar.                                                                 

      Keesokan harinya di sekolah, mereka menceritakan kejadian itu dan mereka dan teman teman Jenny dan Marissa menjadi lebih pintar.
Apakah kamu sekarang jadi lebih pintar????

-TAMAT-

Sapi dan Ayam

Sapi dan Ayam
 “Kenapa sih”, kata seorang kaya pada pelayannya, “Orang-orang mengataiku pelit. Padahal semua orang kan tahu kalau aku wafat nanti, aku akan memberikan semua yang aku punya pada yayasan sosial dan panti asuhan?” “Akan saya ceritakan fabel tentang ayam dan sapi,” jawab pelayannya. “Sapi begitu populer, sedangkan sang ayam tidak sama sekali. Hal ini sangat mengherankan sang ayam. ‘Orang-orang berkata begitu manis tentang kelemahlembutan dan matamu yang begitu memancarkan penderitaan’, kata ayam pada sapi. ‘Mereka mengira kamu begitu murah hati, karena tiap hari kamu memberi mereka krim dan susu. Tapi bagaimana dengan aku? Aku memberikan semua yang aku punya. Aku memberikan daging ayam. Aku memberikan bulu-buluku. Bahkan mereka memasak dan membuat sup dengan kakiku untuk kaldu. Tidak ada yang seperti itu. Kenapa sih kok bisa begitu ?’”

“Apakah anda tahu apa jawaban sang sapi?”, kata pelayan.
Sang sapi berkata, “Mungkin karena aku memberikannya sewaktu aku masih hidup.”

Cerita Kelinci dan Kura-Kura

Di sebuah hutan kecil di pinggiran desa, ada seekor Kelinci yang sombong. Dia suka mengejek hewan-hewan lain yang lebih lemah. Hewan-hewan lain seperti kura-kura, siput, semut, dan hewan-hewan kecil lain tidak ada yang suka pada kelinci sombong itu.

Suatu hari, si Kelinci berjalan dengan angkuhnya mencari lawan yang lemah untuk diejeknya. Kebetulan dia bertemu dengan kura-kura.

"Hei, kura-kura, si lambat, kamu jangan jalan aja dong.. lari begitu, biar cepat sampai," kata Kelinci sambir mencibirkan bibirnya ke Kura-kura.

"Biarlah Kelinci, memang jalanku lambat. Yang penting aku sampai dengan selamat ke tempat tujuanku, daripada cepat-cepat nanti jatuh dan terluka," jawab Kura-kura dengan tenang.

"Hei, kura-kura, bagaimana kalau kita adu lari. Kalau kau bisa menang aku akan beri hadiah apapun yang kau minta," kata Kelinci dengan tertawa. Dalam hatinya dia berkata, "Mana mungkin dia akan bisa mengalahkanku."

"Wah, kelinci, mana mungkin aku bertanding adu cepat denganmu, Kamu bisa lari dan loncat dengan cepat, sedangkan aku berjalan selangkah demi selangkah sambil membawa rumahku yang berat ini," kata kura-kura.
"Nggak bisa, kamu nggak boleh menolak tantanganku ini. Pokoknya besok pagi aku tunggu kau di bawah pohon beringin. Aku akan menghubungi Pak Serigala untuk jadi wasitnya," Kelinci memaksa.

Kura-kura hanya bisa diam melongo. Dalam hatinya berkata, "Mana mungkin aku bisa mengalahkan Kelinci?"
Keesokan harinya Si Kelinci sudah menunggu dengan sombongnya di bawah pohon beringin. Pak Serigala juga sudah datang untuk menjadi wasit. Setelah kura-kura datang, Pak Serigala berkata, "Peraturannya begini, kalian mulai dari garis di sebelah sana yang di bawah pohon mangga itu. Kalian bisa lihat nggak?" "Bisa... bisa... ," Kelinci dan kura-kura menjawab. "Nah siapa yang bisa datang duluan di bawah pohon beringin ini, itulah yang menang," kata Pak Serigala lagi.

"Oke,... satu.... dua... tiga... mulai!" Pak Serigala memberi aba-aba. Kelinci segera meloncat mendahului kura-kura, yang mulai melangkah pelan, karena dia tidak bisa meninggalkan rumahnya. "Ayo kura-kura, lari dong.....!" teriak Kelinci dari kejauhan. "Baiklah aku tunggu di sini ya...," katanya lagi sambil mengejek kura-kura. Kelinci duduk-duduk sambil bernyanyi. Angin waktu itu berhembus pelan dan sejuk, sehingga membuat Kelinci menjadi mengantuk, dan, tak lama kemudian Kelinci pun tertidur!

Dengan pelan tapi pasti kura-kura melangkah sekuat tenaga. dengan diam-diam dia melewati Kelinci yang tertidur pulas. Beberapa langkah lagi dia akan mencapai finish. Ketika itulah Kelinci bangun. Betapa terkejutnya dia ketika melihat kura-kura sudah hampir mencapai finish. Sekuat tenaga dia berlari dan meloncat untuk mengejar kura-kura. Namun sudah terlambat, kaki kura-kura telah menyentuh garis finish dan Pak Serigala telah memutuskan bahwa pemenangnya adalah KURA-KURA. Si Kelinci Sombong terdiam seolah tak percaya bahwa dia bisa tertidur.

"Nah, siapa yang menang Kelinci?" tanya kura-kura kepada kelinci. "Wah, ternyata kau menang kura-kura," jawab kelinci malu. "Sekarang aku hanya minta satu dari kamu, kamu jangan sombong lagi, jangan suka mengejek lagi, dan jangan nakal, ya?" kata kura-kura. "Iya lah kura-kura, mulai sekarang aku tidak akan sombong lagi, tidak akan mengejek lagi. Maafkan aku ya," kata kelinci. "Iya, nggak apa-apa, sekarang kita berteman ya?" kata kura-kura. Sejak saat itu Kelinci tidak sombong lagi.
(SELESAI)

Marven Of The Great North Woods

Hi! Do you know about the story of Marven of the Great North Woods? It was actually a true story about Kathryn Lasky's dad, Marven, who was sent away to a logging camp in the great north woods. 

 This story tells about a 10 years old boy, Marven, who was sent to a logging camp in the great north woods. He was sent not because that he was doing bad thing, but because an influenza epidemic had strike Duluth, Minnesota in 1918.

The logging camp was scarier than the diseases in Duluth because huge lumberjacks works there. But it ends until he was befriending with Jean Louis-a bearded lumberjack as huge as a grizzly bear and a heart to match. 

I love this story. Because it is full of surprise and adventures. 

This story is written by Kathryn Lasky and illustrated by Kevin Hawkes.

Crop Circle

Hi friends! Belum lama ini, Indonesia digemparkan oleh "crop circle" di Jogjakarta. Beberapa orang bilang kalau itu adalah buatan tangan orang yang iseng. Ada juga yang yang bilang kalau ini terbentuk karena tekanan udara yang tinggi dalam tanah yang ditempatinya. Yang lebih seru lagi adalah kalau crop circle adalah jejak yang ditinggalkan UFO atau makhluk alien, lho!

 Penasaran tentang bentuk Crop Circle itu sendiri? Check this out! 

Foto diatas adalah contoh-contoh Crop Circle. Menurutku, Crop Circle sangatlah menarik. Tetapi, belum tentu semua fakta itu benar!  

Jika pembuatnya adalah manusia, berarti orang itu sangatlah hebat karena ia memiliki ketrampilan membuat sebuah Crop Circle yang sangat rapi ini! Jika Crop Circle terbuat karena faktor alam, maka Crop Circle ini adalah pola alami. Tetapi kalau Crop Circle itu adalah jejak UFO dan aliennya, maka misteri ini akan menjadi lebih seru!

Tapi, faktor mana yang benar? Itu tergantung diri kalian sendiri. Jadi, tidak ada salahnya untuk memikirkan tentang Crop Circle tersebut! 


Thx.

Que Sera by Hannah Montana (Miley Cyrus)

Hi! I will give you the lyric of Que Sera by Hannah Montana (Miley Cyrus). Have fun and enjoy!

Ha!
Whatever will be,
Will be.

Delete me from your friends
I don't care what you think
Let's forget we ever met
Don't cha worry 'bout me

So sick to my stomach
When I'm think about the wasted time we spend together
Planning on forever
(whatever)

Cheat me once, shame on you
Cheat me twice, shame in me
I'm an idiot
That I couldn't see whats underneath

That beautiful face
Or these warm or worse days
Surprise, surprise
I'm doing just fine
(whoa)

Aaaah
Que sera, sera
Aaaah
Que sera, sera

Whatever comes I'll be okay
Whatever life throws my way
You wish I'd hurt
But I'm as free as a bird
And I'm happier no-ow-ow-ow
(yeah)

Aaaah
Que sera

I could never go back
To a thing that didn't last
And I'm sorry to say
That you're living in the past

And if you'd ever believe
I would take you back (no)
It took you long to get in
But now you're out so fast

The way you played your cards
shoulda told me who you are
always goin' all in
and you hated when I win

Just had me whipped too far
I shoulda known from the start
that you gamble
with my heart
(ha)

Aaaah
Que sera, sera
Aaaah
Que sera, sera

Whatever comes I'll be okay
Whatever life throws my way
You wish I'd hurt
but I'm as free as a bird
And I'm happier no-ow-ow-ow

Whoo
Ha Ha

Ooooh I feel it in the air
(feel it in the air babe)
Ooooh Theres something better out there
Ooooh Hello to the new me
(hello, hello, hello)
Ooooh So goodbye baby
(goodbye)

I could never go back
to a thing that didn't last
and I'm sorry to say
that you're living in the past

And if you'd ever believe
I would take you back (no)
It took you long to get in
But now you're out so fast

The way you played your cards
shoulda told me who you are
always goin' in all in
and you hated when I win

Just had me whipped too far
I shoulda known from the start
that you gamble
with my heart
(ha)

Aaaah
Que sera, sera
Aaaah
Que sera, sera

Whatever comes I'll be okay
Whatever life throws my way
You wish I'd hurt
but I'm as free as a bird
And I'm happier no-ow-ow-ow
(whoo)

Aaaah
Que sera, sera
Aaaah
Que sera


Now, you can watch the music clip of the song! 



 

Underground (Alice) by Avril Lavigne

Hi! I will show you the lyric of Avril Lavigne's Underground (Alice). Enjoy!
Avril Lavigne

Trippin out
Spinning around
I'm underground
I fell down
Yeah I fell down

I'm freaking out, where am I now?
Upside down and I can't stop it now
Can't stop me now, oh oh

I,I, I'll get by
I,I, I'll survive
When the world's crashing down
When I fall and hit the ground
I will turn myself around
Don't you try to stop me
I,I, I won't cry

I found myself in Wonderland
Got back on my feet, again
Is this real?
Is this pretend?
I'll take a stand until the end

I,I, I'll get by
I,I, I'll survive
When the world's crashing down
When I fall and hit the ground
I will turn myself around
Don't you try to stop me
I,I, I won't cry


I,I, I'll get by
I,I, I'll survive
When the world's crashing down
When I fall and hit the ground
I will turn myself around
Don't you try to stop me
I,I, and I won't cry


Watch the music video clip!